Loading

Seri Lengkap Mata Uang ORI

ORI adalah mata uang pertama yang dimiliki Republik Indonesia setelah merdeka. Pemerintah memandang perlu untuk mengeluarkan uang sendiri yang tidak hanya berfungsi sebagai alat pembayaran yang sah tapi juga sebagai lambang utama negara merdeka. 

Presiden Soekarno menjadi tokoh yang paling sering tampil dalam desain uang kertas ORI dan uang kertas Seri ORI II yang terbit di Jogjakarta pada 1 Januari 1947, Seri ORI III di Jogjakarta pada 26 Juli 1947, Seri ORI Baru di Jogjakarta pada 17 Agustus 1949, dan Seri Republik Indonesia Serikat (RIS) di Jakarta pada 1 Januari 1950.
Meski masa peredaran ORI cukup singkat, namun ORI telah diterima di seluruh wilayah Republik Indonesia dan ikut menggelorakan semangat perlawanan terhadap penjajah. Pada Mei 1946, saat suasana di Jakarta genting, maka Pemerintah RI memutuskan untuk melanjutkan pencetakan ORI di daerah pedalaman, seperti di Jogjakarta, Surakarta dan Malang.

Masa Rupiah

Rupiah (Rp) adalah mata uang Indonesia ( kodenya adalah IDR ). Nama ini diambil dari mata uang India, Rupee. Sebelumnya di daerah yang disebut Indonesia sekarang menggunakan gulden Belanda dari tahun 1610 sampai tahun 1817, ketika gulden Hindia Belanda diperkenalkan.
Nama rupiah pertama kali digunakan secara resmi dengan dikeluarkannya mata uang rupiah jaman pendudukan Dai Nippon pada Perang Dunia II. Setelah perang selesai, Bank Jawa, pelopor Bank Indonesia, mengeluarkan Rupiah. Sedangkan Tentara Sekutu mengeluarkan Gulden Nica.
Sementara itu di daerah-daerah lain di di daerah yang sekarang disebut Indonesia, banyak beredar uang yang bertalian dengan aktivitas gerilya.
Pada tanggal 2 November 1949 rupiah ditetapkan sebagai mata uang nasional. Di daerah kepulauan Riau dan Papua, kala itu masih digunakan mata uang lain. Baru pada tahun 1964 dan 1971 rupiah digunakan di sana.
Di daerah Timor Timur, saat masih bergabung dengan Republik Indonesia, rupiah digunakan dari tahun 1976 – 2001.

1. ORI 1 (Tahun 1945)

Resmi beredar pada 30 Oktober 1946. ORI tampil dalam bentuk uang kertas dengan 8 pecahan, yaitu bernominal 1 sen, 5 sen, 10 sen, 1/2 rupiah, 1 rupiah, 5 rupiah, 10 rupiah, 100 rupiah.
ORI ditandatangani Menteri Keuangan saaat itu A.A Maramis. Pada hari itu juga dinyatakan bahwa uang Jepang dan uang Javasche Bank tidak berlaku lagi. ORI pertama dicetak Percetakan Canisius dengan desain sederhana dengan dua warna dan memakai pengaman serat halus.
1. Pecahan 1 Sen
Pecahan ini tidak memiliki nomor seri dan mempunyai dua variasi warna dasar yaitu violet dan hijau.
satu sen

2. Pecahan 5 Sen
Pecahan ini juga tidak mempunyai nomor seri, dan terdiri dari 3 variasi yaitu:
1. Gambar banteng samar-samar dengan dasar warna violet
2. Gambar banteng samar-samar dengan tepi/bingkai berwarna biru kehitaman
3. Gambar banteng tajam 

5 sen warna 15 sen warna 25 sen warna 3

3. Pecahan 10 Sen
Seperti pecahan-pecahan sebelumnya, pecahan 10 sen ini juga tidak memiliki nomor seri. Terdapat sekitar dua variasi warna yaitu coklat dan hitam.
10 sen
Untuk lebih jelas membedakan warnanya lebih mudah bila dilihat dari sisi belakang.
10 sen blkg

4. Pecahan 1/2 Rupiah
Pecahan ini dan seterusnya sudah memiliki nomor seri. Terdapat dua variasi warna dasar yaitu orange dan merah muda.
setengah rupiah

5. Pecahan 1 Rupiah
Semua pecahan ORI I mulai dari satu rupiah sampai dengan 100 rupiah di bagian depan bergambar presiden Sukarno. Pecahan 1 rupiah ini relatif mudah ditemukan dan tidak mempunyai nilai jual yang tinggi.
satu rupiah

Beberapa variasi nomor seri yang ditemukan pada pecahan ini diantaranya adalah:
  • Tanpa angka maupun huruf (kosong)
  • Tanpa angka hanya 2 huruf besar
  • 6 angka dengan satu huruf besar dan satu huruf kecil
  • 6 angka dengan dua huruf besar
6. Pecahan 5 Rupiah
Mempunyai gambar yang sangat mirip dengan pecahan 5 rupiah ORI II, tetapi berbeda dalam tanda tangan dan peletakan nomor seri. Cukup sulit ditemukan dalam kondisi sempurna. Dan terdapat 2 variasi nomor seri yaitu 2 huruf besar dan 3 huruf.
lima rupiah

7. Pecahan 10 Rupiah
Juga mempunyai gambar yang sangat mirip dengan pecahan 10 rupiah ORI II, perbedaan hanya pada tanda tangan. Pecahan ini memiliki setidaknya 6 variasi nomor seri dan semuanya terletak pada macam hurufnya.
8. Pecahan 100 Rupiah
Merupakan pecahan terbesar dari seri ORI I, bergambar presiden Sukarno dan keris di bagian depan serta angka 100 besar di bagain belakang. Pecahan ini mirip sekali dengan pecahan yang sama dari seri ORI II tetapi berbeda dalam tanggal percetakan dan tanda tangan. Pecahan 100 ini sangat sulit dicari yang berkondisi baik sehingga tidak heran harganya sangat tinggi.
seratus rupiah

2. ORI 2 (Tahun 1947)

ORI II hanya mempunyai 4 pecahan, yaitu 5, 10, 25 dan 100 rupiah. Tiga diantaranya yaitu pecahan 5, 10 dan 100 rupiah mempunyai bentuk yang sama dengan ORI I. Hanya pecahan 25 rupiah saja yang berbeda. Semua pecahan bertanggal Djokjakarta 1 Djanuari 1947 dan ditandatangani oleh Mr. Sjafruddin Prawiranegara.
Uang-uang seri ini tidak mempunyai pengaman yang baik, hanya kualitas kertas dan rahasia pada kode kontrol nomor seri saja yang membedakan apakah uang ini asli atau palsu.
1. Pecahan 5 Rupiah
Pecahan ini relatif mudah ditemukan, dan berharga jual sangat murah. Pecahan ini mempunyai beberapa variasi nomor seri, diantaranya adalah :
1. 6 angka 2 huruf 4-2 mm
2. 6 angka 2 huruf 4-4 mm
3. 6 angka 3 huruf 4-4-2 mm

5 rupiah ori 2

2. Pecahan 10 Rupiah
Bentuk dan warnanya sangat mirip dengan ORI I sehingga sering keliru. Terdapat dua variasi nomor seri, yaitu :
1. 6 angka 3 huruf 4-4-2 mm
2. 6 angka 2 huruf 4-4 mm

sepuluh rupiah ori 2

3. Pecahan 25 Rupiah
Pecahan ini cukup sukar dicari terutama dalam kondisi bagusnya. Harga jualnya juga lumayan tinggi. Terdapat beberapa variasi nomor seri, diantaranya adalah:
1. 2 huruf tebal 5-2 mm
2. 2 huruf tebal 5-5 mm
3. 2 huruf serif 4-4 mm

25 rupiah ori 2

4. Pecahan 100 Rupiah
Bandingkan pecahan ini dengan pecahan yang sama dari seri ORI I, mirip sekali bukan? Harga pecahan 100 rupiah yang berkondisi baik lumayan cukup tinggi. Pecahan 100 ini mempunyai variasi nomor seri sbb :
1. 2 huruf tebal 4-2 mm (lihat contoh pada gambar di bawah)
2. 2 huruf tebal 4-4 mm
3. 2 huruf serif 4-2 mm (lihat contoh pada gambar di bawah)
4. 2 huruf serif 4-4 mm

100 rupiah ori 2

3. ORI 3 (Tahun 1947)

Seri ORI III terdiri dari 7 jenis pecahan dari yang terkecil yaitu 1/2 rupiah sampai dengan yang terbesar yaitu 250 rupiah. Bertanggal Djokjakarta 26 Djuli 1947 dan ditandatangani oleh Mr. A.A. Maramis. Pada seri ini jugalah terdapat salah satu pecahan terlangka dari semua seri ORI yaitu pecahan 100 rupiah Maramis. Pecahan ini hanya bisa dikalahkan oleh pecahan 600 rupiah pada seri ORI IV.
1. Pecahan 1/2 Rupiah
Berwarna merah-orange di bagain depan dan coklat di bagian belakang. Terdapat versi palsunya yang umumnya berwarna hitam walaupun ada juga yang berwarna orange. Cukup sukar dibedakan apalagi oleh orang awam.
setengah rupiah ori 3setengah rupiah blkg ori 3

2. Pecahan 2,5 Rupiah
Berwarna ungu tua, bernilai jual sekitar 50-100 ribu rupiah perlembar. Juga terdapat versi palsunya yang berwarna merah dan coklat muda. Membedakannya selain dari warna juga perhatikan bentuk nomor serinya.
dua setengah rupiah ori 3dua setengah rupiah blkng ori 3

3. Pecahan 25 Rupiah
Pecahan ini mirip sekali dengan pecahan 25 rupiah seri ORI II, tetapi nomor serinya tercetak SDX 1 dan warnanya hijau. Banyak sekali ditemukan versi palsunya. Harga perlembar sekitar 50 ribu rupiah. Sukar dibedakan dengan aslinya apalagi bila tidak ada pembanding.
25 rupiah ori 325 rupiah blkng ori 3

4. Pecahan 50 Rupiah
Cukup sulit ditemukan, dan bernilai jual cukup tinggi.
50 rupiah ori 350 rupiah blkng ori 3

5. Pecahan 100 Rupiah
Sangat banyak ditemukan versi palsunya dan mungkin lebih banyak daripada aslinya.
100 rupiah ori 3100 rupiah blkng ori 3

6. Pecahan 100 Maramis
Disebut demikian karena bentuknya mirip sekali dengan pecahan 100 rupiah Hatta di seri ORI IV, tetapi berbeda tanda tangan. Selain itu perbedaan juga pada warna nomor seri dan tentu saja harganya. Pecahan ini adalah yang terlangka dan termahal nomor dua setelah pecahan 600 rupiah.
100 maramis100 maramis blkng

7. Pecahan 250 Rupiah
Pecahan ini adalah pecahan dengan nominal terbesar di seri ORI III dan cukup sulit ditemukan, apalagi dalam kondisi sempurna.
250 rupiah ori 3250 rupiah blkng ori 3

4. ORI 4 (Tahun 1948)

Seri ORI IV ini terdiri dari pecahan2 yang sangat ganjil nominalnya, yaitu: 40 rupiah, 75 rupiah, 100 rupiah Hatta, 400 rupiah dan masterpiece nya uang kertas Indonesia, salah satu uang kertas kita yang terlangka sekaligus termahal yaitu 600 rupiah unissued. Semua ORI IV bertanggal Jogjakarta 23 Agustus 1948 dan ditandatangani oleh Drs. Mohammad Hatta. Pengaman yang digunakan adalah kode kontrol pada nomor serinya.
1. Pecahan 40 Rupiah

Pecahan ini adalah pecahan yang terkecil dan termurah dari seri ini.
40 rupiah40 rupiah blkng

2. Pecahan 75 Rupiah
Sangat sulit ditemukan baik dalam kondisi biasa apalagi dalam kondisi baik. Terdiri dari dua variasi nomor seri yaitu 5 angka dan 6 angka.
75 rupiah75 rupiah blkng

3. Pecahan 100 Rupiah (Hatta)
Bergambar sangat mirip dengan pecahan yang sama pada seri ORI III, tetapi berbeda tanda tangan, warna nomor seri dan warna bagian belakang. Perhatikan dan pelajari bedanya. Pengaman yang digunakan berupa kode kontrol pada nomor serinya.
100 rupiah ori 4100 rupiah blkng ori 4

4. Pecahan 400 Rupiah
Merupakan pecahan yang paling banyak palsunya, sedemikian banyaknya sampai sulit sekali menemukan yang asli. Rahasia untuk mengenal yang asli terdiri dari dua cara. Pertama dengan pengamatan visual, bagi seorang ahli dengan sekali pandang akan mengetahui mana yang asli dan mana yang palsu. Cara kedua yang lebih akurat adalah dengan memperhatikan nomor serinya. Untuk lengkapnya kode rahasia nomor seri ORI dapat dibaca di:
http://www.google.co.uk/

Pada website tersebut dijelaskan secara gamblang kode rahasia pada uang ORI, walaupun ada beberapa kekurangan tetapi website tersebut sudah lebih dari mencukupi. Bagi para kolektor yang berminat mengoleksi seri ORI wajib untuk membaca habis seluruh isi website tersebut. Buat salinannya bila perlu dan bawa kemanapun kalian pergi sehingga mudah bila ingin memeriksa keaslian uang kertas ORI.
Satu hal yang patut diperhatikan adalah: kenapa peneliti sekaligus penulisnya adalah orang Belanda? Mengapa orang Indonesia sendiri tidak ada yang melakukan penelitian seperti itu? Padahal uang yang diteliti adalah uang negara kita sendiri.
400 rupiah400 rupiah blkng

5. Pecahan 600 Rupiah
Pecahan ini ditemukan secara tidak sengaja dan terdiri dari satu lembar besar berisi 12 lembar uang ini dalam bentuk yang belum terpotong. Tercetak hanya pada satu sisi. Kemudian lembar besar tersebut dipotong2 menjadi 12 lembar dengan komposisi 6 lembar memiliki tepi (margin) yang bertulisan ENR dan 6 lembar tidak memiliki tepi. Karena hanya terdiri dari 12 lembar maka ORI 600 bernilai sangat mahal dan hampir tidak pernah beredar di pasaran. Pada lelang terakhir uang ini bernilai sekitar Rp. 35 juta rupiah perlembar. Karena langka dan mahal tentu saja banyak versi palsunya.
600 rupiah 
Pecahan ORI 600 rupiah tanpa margin
600 rupiah margin 
Pecahan ORI 600 rupiah dengan margin

5. ORI Baru (Tahun 1949)

Seri ORI Baru memiliki tingkat kesulitan sangat tinggi, semua pecahannya sangat sukar didapatkan sehingga para kolektor, bahkan yang senior sekalipun seringkali mengalami kesulitan untuk mendapatkan dan melengkapi seri ini. Karena tingkat kesulitannya sangat tinggi maka tidak heran harganya juga tinggi.
Seri ini terdiri dari pecahan2 bernilai kecil, dimulai dari 10 sen (ada dua warna), 1/2 rupiah (juga ada dua warna), 1 rupiah, 10 rupiah (dua variasi) dan 100 rupiah (ada variasi uncutnya). Semuanya bertanggal Djokjakarta 17 Agustus 1949 dan ditandatangani oleh Mr. Loekman Hakim.

1. Pecahan 10 Sen Hijau

Walaupun nominalnya kecil, uang ini sangat sukar didapatkan. Harganyapun fantastis bila dibandingkan nilai atau kualitasnya.
10 sen hijau10 sen hijau blkng

2. Pecahan 10 Sen Merah
Juga sulit untuk didapatkan, nilainya sedikit dibawah pecahan 10 sen yang hijau.
10 sen merah10 sen merah blkng

3. Pecahan 1/2 Rupiah Hijau

Tingkat kesulitannya sangat tinggi, setara dengan pecahan2 kecil lainnya. Harga perlembar kurang lebih sama dengan pecahan 10 sen hijau.
setengah rupiah hijausetengah rupiah hijau blkng

4. Pecahan 1/2 Rupiah Merah
Juga sangat sulit ditemukan, harga relatif sama dengan di atas. Keempat pecahan terkecil ini tidak mempunyai nomor seri.
setengah rupiah merahsetengah rupiah merah blkng

5. Pecahan 1 Rupiah
Sangat sulit ditemukan dalam segala kondisi, harga perlembar sudah berkisar di 1/2 – 1 juta.
satu rupiah 1949satu rupiah 1949 blkng
Versi Proof

Selain versi beredarnya yang mempunyai nomor seri, tenyata pecahan ini juga mempunyai versi proofnya yang berbeda warna dan tidak mempunyai nomor seri maupun tanda tangan. Versi ini sangat langka dan bernilai tinggi sekali. Di lelang terakhir versi proof ini terjual seharga Rp.12,5 juta!!
satu rupiah 1949 proofsatu rupiah 1949 proof blkng

6. Pecahan 10 Rupiah (Hitam)
Sangat sukar didapatkan bahkan untuk kondisi jeleknya sekalipun, bernilai sangat tinggi bisa mencapai angka 1 sampai 4 juta rupiah perlembarnya.
10 rupiah hitam
6. Pecahan 10 Rupiah (Coklat)
Gambar mirip dengan versi yang hitam, tetapi berbeda warna, baik warna uangnya maupun warna tanda tangannya. Perhatikan perbedaannya dengan teliti karena harga lebih murah sekitar 1/2 nya dari versi yang hitam.
10 rupiah coklat10 rupiah coklat blkng

7. Pecahan 100 Rupiah
Terdiri dari 2 bentuk yaitu yang tanpa nomor seri (lebih murah) dan yang bernomor seri (lebih mahal). Tetapi sampai saat ini masih terjadi kontroversi mengenai nomor serinya. Sebagian kolektor mengatakan bahwa uang ini sebenarnya tanpa nomor seri tetapi oleh orang2 tertentu sengaja di cetak sehingga mengakibatkan nilai jual menjadi lebih tinggi. Bagi para pemula diharapkan tidak tertipu dengan uang yang bernomor seri karena mungkin saja palsu, perhatikan tipe huruf dan angka pada nomor seri di bawah ini.
100 rupiah 1949100 rupiah 1949 blkng

Versi Proof

Selain versi biasanya, ternyata ditemukan juga veri proof yang berwarna hitam, tentu saja versi ini memiliki nilai jual yang sangat tinggi. Di lelang tahun 2008 versi ini terjual seharga 8 juta rupiah !
100 rupiah 1949 proof

8. Pecahan 100 Rupiah Uncut
Terdiri dari 2 lembar pecahan 100 rupiah yang belum di potong. Dari semua pecahan ORI baru, pecahan 100 rupiah uncut inilah yang termurah, nilai jualnya sekitar Rp.350.000,-
100 rupiah uncut100 rupiah uncut1
———————————
http://jelajahunik.blogspot.com/2010/12/mata-uang-pertama-di-indonesia.html
lanjut gan...

7 Kebiasaan Artis Indonesia Yang Menjijikan

Artis Indonesia pasti ganteng & cantik..Apakah Itu Membuat Sempurna..???
Atau malah mereka itu mempunyai kebiasaan yang aneh ato jorok ??? mhmhmh
Nich sedikit bocoran mengenai artis kita..heeeee

1. Aji Notonegoro

Setiap makan dia selalu congkel2 giginya pake tusuk gigi ( masah pake linggis ) habis dia nyongkel2 terus tuch tusuk gigi dicium2..dia paling suka cium jigongnya..katanya enak bau pepaya.


2. Meriam bellina

Kalau lagi santai ( lg break syuting ) sambil isi TTS suka gigit2 kuku..





3. Annisa trihapsari

Kalau lg break syuting di tempat ganti pakaian selalu garuk2 bagian sensitifnya terus dicium ... terus dia lari2 buru2 ke toilet sambil bawa botol kecil.( mungkin bau sarden ya terus dibersihin pake sabun sirih ) wah jaga banget nich orang daerah kewanitaannya


4. Marshanda

Kalau lg santai suka mlentir2 rambutnya .. terus suka ngebersihin kuping pake cutting terus disimpen didompetnya.( kalo gitu duitnya marshanda banyak tahi kuping dong kekekek )


5. Ari wibowo

Kalau habis makan selalu minum air dikumur2 terus ditelan...


6. Tomy kurniawan

Kalau lg ngobrol santai ama kru2 suka ngupil.. trus pernah kepergok lg baca pos kota dimobilnya sambil ngupil.. terus upilnya ditempel ke tembok pinggir parkir or di pinggir pintu mobilnya..


7. Bunga citra lestari

Kalau lg makan rame2 suka sesegukan ga dikontrol cuek2 bebek aja..dan kalau lagi ngunyah makanan suka ketawa2 ngakak terus suka muncrat tuch makanan.and kalau ngomong suka muncrat2 liurnya.





Sumber : http://serbatujuh.blogspot.com/2010/11/7-kebiasaan-gokil-artis-indonesiamantap.html
lanjut gan...

Menjelajahi Istana Cleopatra di Dasar Laut


Misteri istana Cleopatra di dasar laut kian terkuak. Dalam suatu misi penyelaman, Selasa 25 Mei 2010, tim ilmuwan mendapat temuan-temuan penting di reruntuhan bangunan di bawah laut, yang diyakini merupakan Kompleks istana dan Kuil Isis, tempat di mana ratu Mesir Kuno pernah bertahta. Kompleks istana dan kuil Isis ini sempat terlupakan selama 2.000 tahun.

Reruntuhan itu berada di dasar laut sekitar Pulau Anthirodos, yang terletak di dekat kota pelabuhan Alexandria, Mesir. Barang-barang berharga dari reruntuhan istana itu, yang pertama kali ditemukan pada 1996, akan dipamerkan di Amerika Serikat (AS) mulai awal Juni mendatang.


Para penyelam berenang di antara tumpukan batu kapur yang tenggelam ke dasar laut akibat gempa bumi dan tsunami lebih dari 1.600 tahun lalu. Tim penyelam dari sejumlah negara ini susah payah menggali salah satu situs arkeologi bawah laut paling kaya di dunia itu.

Mereka pun mengambil artifak-artifak mengagumkan peninggalan era Cleopatra, yang dikenal sebagai dinasti terakhir penguasa Mesir Kuno sebelum dijajah oleh Kekaisaran Romawi pada tahun 30 Sebelum Masehi (SM).


Menggunakan perangkat teknologi mutakhir, tim mendeteksi reruntuhan banguan yang terkubur jauh di bawah sedimen sisa pelabuhan. Akhirnya tim penyelam mengonfirmasi keakuratan deskripsi mengenai kota Alexandria, yang ditinggalkan oleh para pakar geografi dan ahli sejarah Yunani sekitar 2.000 tahun lalu.

Sejak awal 1990-an, survei topografi memungkinkan tim peneliti yang dipimpin arkeolog bawah laut Prancis, Franck Goddio, untuk menaklukkan pelabuhan Alexandria yang jarak pandangnya sangat kurang. “Lokasi ini merupakan situs unik di dunia,” kata Goddio yang telah melewatkan dua dekade untuk mencari kota yang hilang tersebut.


Eksplorasi ini membawa tim penyelam mengunjungi kompleks istana dan kuil Isis. Di tempat itulah Cleopatra menjalin hubungan asmara dengan jenderal Romawi, Markus Antonius (Mark Antony). Mereka konon bunuh diri menyusul kekalahan Antonius dari mantan sekutunya, Oktavianus, dalam Perang Saudara. Oktavianus kemudian tampil memimpin Romawi dengan nama Kaisar Augustus.

Tim penyelam menemukan sejumlah tempat utama dalam kehidupan dramatis pasangan Cleopatra-Antony, termasuk Timonium, tempat di mana Antony menarik diri dari dunia luar setelah menelan kekalahan dari Oktavianus. Bangunan tersebut belum rampung dikerjakan karena Antony terlanjur bunuh diri.


Mereka juga menemukan batu berbentuk kepala berukuran besar, yang diduga kuat sebagai Caesarion, putra Cleopatra dan kekasihnya sebelum Antony, Julius Caesar. Tim juga menemukan dua patung sphinx yang salah satu di antaranya kemungkinan merupakan gambaran ayah Cleopatra, Ptolemy XII.

Penemuan di perairan Alexandria ini akan dipamerkan di Franklin Institute, Philadelphia, Amerika Serikat (AS) dari 5 Juni hingga 2 Januari 2010 dalam pameran bertajuk “Cleopatra: The Search for the Last Queen of Egypt“. Pameran kemudian akan berlanjut ke kota-kota lain di Amerika Utara.

Sumber http://siradel.blogspot.com/

lanjut gan...

Qory Sandioriva,anak durhaka..


Istanaartis.
Mantan Puteri Indonesia 2009, Qory Sandioriva, tampaknya benar-benar mengecewakan ibunda, Fariawaty. Dengan tegas, ibunda mengatakan tidak lagi mengakui Qory sebagai anaknya.

“Saya sudah anggap dia menghilang, bukan anak saya. Itu sudah jadi pilihan dia,” ketus Fariawaty.
Qory dinilai ibunya sudah terlalu sombong. Fariawaty menganggap Qory semakin angkuh, setelah menjadi Puteri Indonesia, dan menjadi wakil di ajang Internasional.

“Dia terlalu tersanjung dengan popularitasnya dia,” tambahnya.

Jika dulu Fariawaty masih bisa mengirim rindu kepada putrinya itu, tapi sekarang tidak lagi. Diakuinya, jika ada rasa rindu di hati, biasanya Qory sedang sakit.

“Sekarang sudah tidak kangen lagi, karena memang sudah tidak ada hubungan. Bahkan komunikasi lewat telepon seluler (ponsel) juga sudah tidak ada lagi,” urainya.

Hal yang membuat Fariawaty sakit hati adalah saat mengirim pesan singkat lewat ponsel ke Qory. Waktu itu, dia menanyakan kabar kepada Qory.

“Ada balasan SMS.. maaf ya tante, dia sedang syuting. Dia sedang sibuk. Dia tidak mau angkat telepon dari mamanya,” urai Fariawaty.

Barisan kata-kata itulah yang membuat hatinya teriris. Namun sekarang, Fariawaty tak lagi mau tahu apa yang terjadi dengan putri yang pernah dikandung selama 9 bulan itu.

“Yang penting, tante sudah berikan yang dia mau. Sudah penuhi maunya dia apa,” tukasnya terbata-bata.
lanjut gan...

Mike Dituding Telah Merusak Hubungan Ayu Azhari dan Anak


Istanaartis.
Hubungan antara Ayu Azhari dan anak-anaknya tengah memanas. Suami ketiga Ayu Azhari, Mike Tramp dituding sebagai ‘kompor’ dari situasi tersebut.

Dua anak lelaki Ayu, Axel Gondokusumo (buah pernikahan Ayu dengan Djody Gondokusumo) dan Sean Azad (dari perkawinan Ayu dengan Teemu Yusuf Ibrahim) mengaku sering mendapatkan kekerasan dari ibunya. Menurut mereka, tingkah kasar Ayu tersebut dipicu karena bujukan Mike.
“Mama sendiri melakukan kekerasan. Amarahnya itu bikin trauma, kita nggak kuat. Karena itu bad energy. Mike itu pemicu, kalau sembahyang subuh itu dipermasalahkan. Katanya suara pintu kami mengganggu suaminya (Mike) tidur, ” papar Axel dalam jumpa pers di Jalan Ki Mangunsarkoro No.4, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (10/12/2010).

“Kami dimarahi, kita dimaki-maki, dia sering mengadu domba saya dan ibu saya. Mike nggak pernah melakukan tindak kekerasan atau memukul. Tapi mengintimidasi dengan teriakannya,” lanjut dia.

Karena kejadian itu, Axel mengaku trauma dan takut menghadapi ibunya saat tengah marah. Bahkan Axel yang kini berusia 20 tahun itu takut membayangkan wajah Ayu saat sedang murka.
“Seperti bukan mama lagi, seperti orang lain. Nggak bisa tidur, tutup mata bayangannya nggak enak,” jelas Axel.
lanjut gan...

Follow US